Pengiriman Cargo Udara: Tarif, Layanan, dan Cara Hitungnya

pengiriman cargo udara

Pengiriman cargo udara adalah layanan pengiriman barang menggunakan pesawat terbang, baik pesawat kargo khusus maupun pesawat penumpang komersial yang juga mengangkut kargo di ruang bagasi bawah. Dibanding jalur darat atau laut, kargo udara menawarkan kecepatan yang jauh lebih tinggi, dengan estimasi waktu pengiriman ke kota-kota besar di seluruh Indonesia biasanya antara 1 hingga 3 hari kerja.

Kecepatan itu tentu ada harganya. Tarif pengiriman kargo udara umumnya lebih mahal dibanding ekspedisi darat, sehingga layanan ini paling cocok untuk barang yang memiliki nilai tinggi, mudah rusak, atau memiliki tenggat waktu yang ketat. Dokumen penting, obat-obatan, komponen elektronik, dan produk segar adalah beberapa contoh barang yang sering dikirim via udara.

Cara Kerja Pengiriman Cargo Udara

Prosesnya dimulai dari pengirim menyerahkan barang ke agen kargo atau menggunakan layanan penjemputan. Barang kemudian ditimbang, diukur, dan dikemas sesuai standar penerbangan. Tidak semua jenis barang bisa dikirim via udara, karena ada daftar barang berbahaya (dangerous goods) yang dilarang atau membutuhkan penanganan khusus sesuai regulasi IATA (International Air Transport Association).

Setelah proses dokumentasi selesai, barang dibawa ke terminal kargo di bandara keberangkatan. Di sana, barang melewati pemeriksaan X-ray sebelum dimasukkan ke kontainer kargo pesawat. Setelah tiba di bandara tujuan, barang bisa diambil sendiri oleh penerima di terminal kargo, atau diteruskan ke alamat tujuan melalui layanan door to door.

Baca juga: ETA dan ETD: Arti, Perbedaan, dan Fungsinya di Logistik

Jenis Layanan Pengiriman Cargo Udara

Ada dua model layanan yang paling umum ditawarkan oleh ekspedisi kargo udara:

Port to port: Pengirim mengantarkan barang ke kantor ekspedisi atau terminal kargo bandara, dan penerima mengambilnya sendiri di terminal kargo bandara tujuan. Layanan ini biasanya lebih murah karena tidak ada biaya antar-jemput dari dan ke alamat.

Door to door: Ekspedisi mengambil barang dari alamat pengirim dan mengantarkan langsung ke alamat penerima, termasuk proses pengiriman darat di kota tujuan. Lebih praktis, tapi biayanya lebih tinggi karena mencakup layanan lebih lengkap.

Beberapa ekspedisi juga menawarkan layanan express untuk pengiriman yang lebih mendesak, dengan jaminan tiba dalam waktu tertentu. Biayanya bisa dua hingga tiga kali lipat dari tarif reguler, tapi bagi pengirim dengan urgensi tinggi, opsi ini tetap relevan.

Cara Menghitung Tarif Cargo Udara

Tarif kargo udara dihitung berdasarkan berat yang lebih besar antara berat aktual dan berat volumetrik. Ini yang sering membuat pengirim kaget, terutama untuk barang yang ukurannya besar tapi bobotnya ringan seperti bantal, kardus kosong, atau barang berbahan gabus.

Rumus berat volumetrik untuk pengiriman udara adalah:

Berat volumetrik = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 6.000

Sebagai contoh: sebuah kardus berukuran 60 cm x 40 cm x 30 cm memiliki berat volumetrik 60 x 40 x 30 / 6.000 = 12 kg. Jika berat aktualnya hanya 5 kg, tarif dihitung berdasarkan 12 kg karena angka itu yang lebih besar.

Berat minimum pengiriman kargo udara umumnya adalah 10 kg. Artinya, jika barang Anda hanya 3 kg, Anda tetap akan dikenakan biaya untuk 10 kg. Pastikan ini diperhitungkan saat membandingkan biaya pengiriman antar moda.

Untuk tarif per kilogram, kisaran umum untuk pengiriman domestik adalah antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per kg, tergantung rute dan ekspedisi yang dipilih. Rute pendek seperti Jakarta-Bandung tentu berbeda dengan rute panjang seperti Jakarta-Sorong atau Jakarta-Merauke.

Biaya Tambahan yang Perlu Diperhitungkan

Tarif per kilogram bukan satu-satunya biaya yang perlu disiapkan. Ada beberapa biaya tambahan yang sering muncul:

  • Biaya dokumen SMU (Surat Muatan Udara): Dokumen resmi yang wajib menyertai setiap pengiriman kargo udara. Biayanya biasanya kecil tapi tetap perlu dihitung.
  • Biaya pengemasan: Jika barang perlu dikemas ulang atau dibuatkan peti kayu sesuai standar bandara, biayanya dihitung berdasarkan volume dan jenis kemasan.
  • Biaya handling: Termasuk biaya warehouse dan pemeriksaan X-ray di bandara.
  • PPN: Sebesar 1,1 persen dari total biaya pengiriman.
  • Biaya asuransi: Opsional, tapi sangat disarankan untuk barang bernilai tinggi. Biasanya dihitung sebagai persentase dari nilai barang yang diasuransikan.

Barang yang Tidak Bisa Dikirim via Udara

Tidak semua barang bisa dikirim melalui jalur udara. Ada kategori barang yang dilarang keras dan ada yang membutuhkan izin atau penanganan khusus. Beberapa contoh barang yang tidak bisa dikirim via kargo udara reguler:

  • Bahan peledak dan amunisi
  • Gas mudah terbakar (termasuk tabung gas isi)
  • Cairan mudah terbakar dalam jumlah besar
  • Bahan radioaktif
  • Hewan hidup (membutuhkan penanganan khusus dan izin tersendiri)
  • Uang tunai dalam jumlah besar (membutuhkan prosedur deklarasi khusus)

Untuk barang yang meragukan, selalu konfirmasi terlebih dahulu ke agen kargo sebelum proses pengiriman dimulai. Lebih baik tanya di awal daripada barang tertahan di bandara.

Tips Memilih Ekspedisi Cargo Udara

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih ekspedisi kargo udara:

Cek ketersediaan rute. Tidak semua ekspedisi memiliki jaringan ke seluruh kota di Indonesia. Pastikan ekspedisi yang dipilih melayani rute tujuan Anda, terutama untuk kota-kota di Indonesia timur yang aksesibilitasnya lebih terbatas.

Bandingkan berat volumetrik dan aktual. Minta ekspedisi menghitung dan membandingkan keduanya sebelum setuju dengan tarif yang ditawarkan. Transparansi di awal mencegah kejutan di tagihan akhir.

Tanya soal asuransi. Untuk barang senilai lebih dari Rp1 juta, pertimbangkan untuk mengambil asuransi kargo. Biayanya kecil dibanding potensi kerugian jika barang hilang atau rusak.

Simpan semua dokumen pengiriman. SMU dan tanda terima pengiriman adalah bukti yang Anda butuhkan jika ada masalah. Jangan buang dokumen ini sampai barang terkonfirmasi diterima oleh penerima.

Pengiriman kargo udara memang lebih mahal, tapi untuk barang yang tidak bisa menunggu, kecepatan dan keandalan yang ditawarkannya sepadan. Pahami struktur biaya dan pilih ekspedisi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda, bukan sekadar yang menawarkan harga terendah.

Baca juga: SIPAFI Bula: Sistem Informasi PAFI dan Cara Mendaftar

Scroll to Top